Pengalaman Dilamar Wanita Yang Sangat Mendebarkan

Pengalaman dilamar wanita yang pernah saya alami benar-benar sulit untuk dilupakan. Bagaimana mungkin saya dapat melupakan, mengingat hal itu jarang sekali saya alami dalam kehidupan ini. Ceritanya saya pernah dilamar seorang wanita saat masih kuliah semester-semester awal (saya lupa waktunya).

Kejadian itu terjadi saat saya dan teman-teman mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris (sayang, saya nggak lulus) sedang berkunjung ke rumah teman-teman wanita. Secara tak sengaja saya bertemu dengan seorang kakak kelas yang cukup cantik menurut kebanyakan orang.

Karena saya termasuk anak muda yang cepat akrab, maka terjadilah obrolan yang cukup serius antara saya dengan kakak kelas saya tersebut. Sebut saja namanya Sandra. Ini nama samaran lho bukan nama sebenarnya. Kak Sandra memiliki tahi lalat yang tebal yang membuat ia terlihat lebih “wibawa” dibanding dengan wanita lainnya.

Kak Sandra, Wanita Asal Kota Tegal Yang Ingin Cepat Menikah

Obrolan serius itu pun terus berlanjut hingga malam hari tiba (lagi-lagi saya lupa waktunya). Sayapun tetap menghargai Kak Sandra sebagai kakak kelas yang baik karena telah menyuguhkan makanan dan minuman lezat. Kebetulan kegiatan ekstra kampus sangat menyita energi dan waktu.

Di penghujung cerita, Kak Sandra mulai blak-blakan memberikan saya sebuah penawaran. Sebuah permintaan yang pada waktu itu akhirnya harus saya tolak. Idealismelah yang membuat saya langsung menolak tawaran Kak Sandra.

Yang saya ingat, Kak Sandra itu berasal dari Kota Tegal dan merupakan salah satu anak orang kaya disana. Kak Sandra secara halus meminta saya untuk mau menikah dengannya segera. Dan ia mengatakan bahwa kalau saya mau menerima lamarannya, maka nanti saya akan diberi uang tunjangan bulanan. Uang tunjangan itu saya pikir terlampau besar untuk ukuran tahun 2001 an.

Tunjangan 3-5 juta rupiah per bulan akan saya terima selama saya masih kuliah. Itu perjanjiannya. Dengan syarat saya harus mau menikah dengan Kak Sandra secepatnya. Wow!, andai saja momen itu terjadi pada pemuda zaman sekarang tentu akan lain ceritanya. Pasti langsung menerima jika ada permintaan seperti itu.

Penyesalan Menolak Lamaran Kak Sandra Kadang Muncul Di Pikiran

Kadang-kadang saya berpikir. Betapa “bodohnya” saya karena telah menolak untuk dilamar wanita cantik seperti Kak Sandra. Kalau saja dulu saya mau menerima tawaran itu, mungkin bisa saja sekarang saya sudah menjadi orang kaya raya…hahahaha. Karena orang tua Kak Sandra mempunyai banyak bisnis yang bisa diwariskan ke saya, jika mau menjadi suami Kak Sandra.

Alasan saya menolak lamaran Kak Sandra adalah karena saya masih ingin berkiprah sebagai mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan pada waktu itu. Ada pers, radio, teater, taekwondo, dan lain sebagainya. Idealismelah yang mengantarkan saya menjadi seperti sekarang ini.

Seandainya dulu saya mau menerima tawaran Kak Sandra, mungkin sampai kapanpun artikel ini tak akan pernah ada. Karena jujur saya akui bahwa 10-15 tahun yang lalu tidak pernah sedikitpun terpikir olehku untuk bisa menjadi seorang blogger seperti sekarang.

Jodoh, Maut, dan Rezeki Sudah Ada Yang Mengatur

Meskipun kadang saya merasa “getun” karena menolak lamaran seorang wanita. Tetapi saya berkeyakinan bahwa jodoh, maut, dan rezeki itu sudah ada yang mengatur. Dan semua itu lebih dari cukup untuk sekedar menyambung hidup.

Pengalaman dilamar wanita boleh saja menjadi bagian dari sejarah saya di masa lalu. Namun, saya harus tetap hidup dengan keadaan / anugerah yang saya dapatkan saat ini. Karena saya yakin inilah jalan terbaik yang ditunjukkan Tuhan.

Sobat, kita harus bersyukur dengan jodoh, rezeki yang saat ini menghiasi hari-hari kita. Semua harus disyukuri dan diterima dengan penuh kegembiraan. Janganlah berlindung pada memori di masa lalu, saat kita sedang dirundung suatu masalah / tantangan di masa kini.

Lakoni semua yang kudu kita lakoni, jalani apa yang harus kita jalani. Selalu eling (ingat) dan waspada, karena sewaktu-waktu “angin jahat” bisa merusak kebahagiaan kita setiap saat. Semoga bermanfaat dan salam sukses dan mulia!.

Gambar : www.youtube.com

  1. Kaka kelas yang punya tahi lalat, jurusan bahasa Inggris, itu sepertinya saya kenal. Anak Cirebon kan? Hihi…

    Eh, kamu nggak lulus kuliah to Mas? Hihi…

    Salam damai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *