Libur Pilkada Sebagai Sarana Introspeksi Diri

Libur pilkada bisa kita manfaatkan untuk introspeksi diri. Momen libur sehari saat pilkada tentu menjadi kabar gembira bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Keputusan Presiden tentang Hari Libur Nasional ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh warga negara Indonesia. Yakni untuk menggunakan hak pilihnya pada pilkada serentak di seluruh penjuru tanah air.

Libur pilkada merupakan saat yang menyenangkan untuk menyambut pagi dengan segelas wedang hangat. Sayapun Alhamdulillah bisa menikmati segelas kopi hitam legit dan dilanjutkan dengan meminum segelas wedang susu hangat.

Sambil menikmati wedang kesayangan, saya memikirkan tentang apa-apa yang sudah dan akan dilakukan. Membuat perencanaan strategis untuk langkah-langkah apa yang seharusnya dilakukan agar impian bisa terwujud.

Introspeksi Diri Saat Libur Pilkada Agar Hidup Lebih Baik

Siapapun orangnya pasti pernah mengalami “kegagalan”, hambatan, kesusahan, atau suasana tak menyenangkan. Artinya, apapun yang memperlambat diri kita dalam menggapai kesuksesan mesti direnungi apa penyebabnya.

Setidaknya ada dua faktor yang memperlambat kesuksesan manusia. Yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal ternyata menjadi penyebab terbesar lambatnya diri kita meraih kesuksesan. Faktor internal adalah segala hal yang berasal dari diri sendiri.

Faktor internal yang menghambat kesuksesan diantaranya adalah :

Faktor Internal #1: Tidak Membuat Tujuan Jangka Pendek Maupun Jangka Panjang

Tanpa tujuan yang jelas, Anda seperti petualang yang tak memiliki peta sebagai petunjuk jalan. Anda hanya akan menghamburkan pikiran dan tenaga. Aktifitas yang dilakukan justru semakin menjauhkan kita dari impian.

Dengan memiliki tujuan yang jelas, terukur, dan tertulis dengan apik, maka Anda memiliki gambaran yang jelas dan tegas. Tentang apa yang ingin Anda capai, baik dalam waktu jangka pendek maupun jangka panjang.

Tujuan jangka panjang biasanya terangkum dalam Visi yang Anda buat. Sedangkan tujuan jangka pendek terinci dalam Misi yang Anda susun. Keduanya wajib Anda jadikan semacam “buku panduan” dalam mewujudkan cita-cita.

Sehingga Anda akan mengerti dan mengingat. Akan kemana arah hidup yang akan dijalani, akan menjadi siapa atau seperti apakah Anda di masa depan nanti.

Faktor Internal #2: Malas Untuk Melakukan Tindakan (Action)

Malas adalah “virus massal” yang terbukti berhasil merusak kehidupan manusia zaman now. Anda sudah tahu bahwa suatu aktifitas harus dilakukan jika ingin sukses di kemudian hari. Tapi Anda merasa ogah-ogahan untuk melakukan aktifitas tersebut.

Malas untuk melakukan tindakan ibaratnya sama seperti ketika Anda menekan tombol “Pause” dan tak mau menekan lagi tombol “Play”. Dan ketika ini dilakukan dalam kurun waktu yang lama, maka Anda akan semakin malas di kemudian hari.

Baca Juga Artikel : KESEIMBANGAN OTAK KANAN DAN OTAK KIRI

Banyak cerita kegagalan yang diutarakan saat seseorang mengikuti seminar pengembangan diri. Atau suatu ketika Anda curhat dan berbagi cerita dengan sahabat atau saudara. Yang isinya merupakan pengakuan, bahwa penyebab terbesar kegagalan adalah karena Anda “tunduk” pada rasa malas.

Berbagai alasan “klise” sering muncul ke permukaan. Contohnya adalah merasa bahwa suatu hal bisa dikerjakan dilain waktu. Menunda pekerjaan merupakan bukti nyata bahwa Anda sebenarnya malas untuk melakukannya.

Faktor Internal #3: Kurang Bersyukur Atas Anugerah Illahi Yang Begitu Melimpah

Salah satu faktor internal yang menghambat diri Anda untuk sukses adalah bahwa Anda dan saya tentunya kurang bersyukur. Orang yang kurang bersyukur biasanya cenderung mengabaikan atau meniadakan karunia Tuhan.

Ia berpikir seolah-olah Tuhan tidak pernah memberikan nikmat sedikitpun untuknya. Padahal ia punya mata yang jernih untuk melihat, napas yang terus berhembus, kaki dan tangan yang kokoh, dan lain sebagainya.

Baca Juga Artikel : DOA, USAHA, DAN SYUKUR – 3 KOMBINASI AMPUH KESUKSESAN

Ketika anugerah Tuhan yang begitu besar dan melimpah itu tidak disadari dan dihargai, disitulah kebahagiaan diri akan luntur dari waktu ke waktu.

Sadarilah Sobat. Bahwa kita punya pikiran yang luar biasa. Yang bisa kita manfaatkan untuk menggali ide sebanyak mungkin. Dan kita juga punya tangan yang misalnya bisa kita gunakan untuk menulis artikel.

Maka menulis artikel dengan senang hati merupakan salah satu contoh nyata bahwa Anda mengakui anugerah Tuhan yang begitu besar. Dan itu artinya Anda telah bersyukur.

Contoh lainnya misalnya anugerah waktu yang sama antara Anda dan orang sukses. Waktu yang diberikan sama antara Anda dan orang sukses.

Tetapi kenapa orang-orang sukses itu bisa memanfaatkan waktu dengan lebih baik? Anda harus menjawab sendiri pertanyaan ini melalui proses introspeksi diri.

#Faktor Internal #4: Dukungan dan Doa Dari Keluarga

Anak dan istri wajib mengetahui dan memahami apa profesi Anda. Rutinitas apa saja yang Anda lakukan juga harus dimengerti oleh keluarga kecil Anda. Dukungan dan doa dari orang-orang yang  kita cintai sangat berpengaruh bagi kita. Sehingga apa yang diusahakan akan berjalan lancar dan berkah.

Namun, Anda juga mesti pandai membagi waktu untuk keluarga. Sisihkan beberapa jam untuk bercengkerama dengan anggota keluarga. Waktu makan malam bersama keluarga merupakan momen yang efektif untuk menjaga keharmonisan keluarga.

Baca Juga Artikel : PENGALAMAN DILAMAR WANITA YANG SANGAT MENDEBARKAN

Jadilah pendengar yang baik. Dan jadilah pemimpin keluarga (jika Anda adalah kepala keluarga) yang dapat memberikan contoh yang baik dan idola terbaik bagi anak serta istri.

Kadang permasalahan dalam keluarga dipicu bukan oleh sebuah masalah yang rumit. Tapi ketidakmauan kita untuk mendengar keluh kesah anggota keluarga, sikap acuh terhadap masukan dan kritik, justru sering menjadi sumber masalah.

Adapun faktor eksternal yang bisa menghambat kesuksesan diantaranya adalah:

Faktor Eksternal #1: Teman dan Tetangga Yang Berbeda Visi Dengan Anda

Perbedaan visi, pandangan antara Anda dan orang-orang terdekat diluar keluarga menjadi salah satu penghambat kesuksesan. Berbeda visi itu juga berarti berbeda dalam memanfaatkan waktu luang.

Sebagai seorang blogger saya tak mau terpengaruh dengan ajakan tetangga yang tidak produktif. Mereka setiap sore selalu duduk-duduk santai sambil ngobrol dan asyik bermain gadget. Bahkan sering terjadi, pada hari-hari libur mereka seharian duduk-duduk di teras depan rumah.

Saya tentu tidak mau melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat. Nyatanya saya masih bisa bersosialisasi saat momen-momen tertentu. Misalnya saat ada tamu yang datang atau ada pembicaraan penting yang harus dibicarakan bersama. Dan toh setiap hari tegur sapa masih terus berjalan dengan baik.

Berkumpul dan bercanda bersama memang diperlukan, tapi bukan menjadi rutinitas harian. Bukankah lebih baik jika waktu luang yang melimpah kita gunakan untuk membaca buku atau aktifitas positif lainnya.

Faktor Eksternal #2: Lingkungan Tempat Tinggal Yang Kurang Kondusif

Lingkungan di sekitar tempat tinggal yang kurang nyaman dan tenang bisa mempengaruhi aktifitas Anda dalam usaha mempercepat terwujudnya impian. Kondisi lingkungan yang terlalu bising tentu kurang nyaman bagi kita untuk bekerja. Berbeda dengan pebisnis yang mencari pusat-pusat keramaian agar dagangannya laris.

Sebagai karyawan ataupun bawahan, rutinitas pekerjaan sehari-hari tentu membutuhkan suasana yang tenang. Apalagi jika pekerjaan Anda berkaitan dengan dunia kreatif yang akan lebih maksimal dilakukan dalam kondisi lingkungan yang asri, tenang, dan jarang terjadi k*nflik sosial.

Apabila Anda merasa bahwa tempat tinggal Anda membuat pekerjaan sering terbengkalai, maka Anda pantas untuk pindah ke lingkungan tempat tinggal yang baru. Carilah tempat tinggal yang membuat keluarga Anda betah tinggal di rumah, dan betah untuk melakukan aktifitas ibadah tentunya.

Penutup

Demikianlah artikel berjudul “Libur Pilkada – Saatnya Untuk Introspeksi Diri” ini saya susun dengan sepenuh hati. Semoga apa yang sudah saya kemukakan secara tertulis ini bisa memberikan manfaat bagi Anda semua.

Ibarat pepatah “Tak ada gading yang tak retak“, jika ada tulisan saya yang kurang berkenan di hati pembaca dan Sobat semuanya. Saya memohon maaf yang setulus-tulusnya. Masukan dan kritikan yang baik dari Anda sekalian, sangat saya nantikan.

Saya berharap akan semakin banyak manusia-manusia Indonesia yang maju, sejahtera, dan bahagia hidupnya. Bisa meraih apa yang dicita-citakan, bisa menggapai apa yang menjadi impian, dan bisa menghadirkan kebahagiaan kepada anggota keluarga tercinta.

Libur pilkada menjadi saat yang tepat bagi kita untuk melakukan introspeksi diri. Sudah maksimalkah usaha-usaha yang selama ini kita lakukan? Adakah sebuah jalan yang terang agar kita tak tersesat dan semakin menjauh dari tujuan hidup ini sebenarnya? Salam sukses dan mulia!.


Gambar: indowarta.com

  1. Waaah bener bgt nih, foktor2 yg di atas td emg bner jd penghambat.. Yg pntg terus berkarya, menjadi lebih dan semoga kita selalu dapat mencapai tujuan2 hidup yg kita dan Allah ridhai.. Aamiinn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *