Kumpulan Puisi Cinta Mas Donda

Kumpulan Puisi Cinta Karya Indah Mas Donda

Cinta Istri Keluarga Mas Donda Puisi Sosial

Kumpulan Puisi Cinta Karya Mas Donda

Kumpulan puisi cinta karya Mas Donda ini berisi beberapa judul puisi bertema cinta dan asmara. Dua hal indah yang senantiasa melanda insan yang merindukan kasih sayang. Puisi ini juga banyak menceritakan persepsi subyektif seorang pria (penulis) tentang wanita.

Hidup tanpa cinta ibarat langit yang tak berbunga. Seperti mesin-mesin yang bergerak tanpa saling menyapa, tersenyum, dan berinteraksi hangat.

Cinta adalah anugerah indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Penyayang. Tujuannya agar manusia hidup berlandaskan kasih sayang.

Hidup yang selalu diiringi rasa kasih sayang akan terasa lebih menentramkan. Manusia akan berbuat dan berperilaku lembut tanpa mau merugikan orang lain.

Hanya Sebagai Goresan Pena Penyambung Jiwa

Puisi-puisi cinta yang saya susun ini tentu masih jauh dari kata layak. Jika dinilai dari segi ilmu sastra.

Namun sebagai manusia biasa, saya juga mempunyai keinginan untuk menumpahkan segenap uneg-uneg dari ruang batin. Yang menggema lewat dinding-dinding kerinduan.

Semoga puisi-puisi yang saya susun ini bisa menjadi inspirasi bagi Anda. Agar hidup selalu berlandasakan cinta, kehangatan, dan kasih sayang.

Karena cinta adalah anugerah yang indah, disamping anugerah-anugerah Illahi lainnya.

Puisi-Puisi Cinta Karya Mas Donda

Berikut ini adalah puisi-puisi cinta yang berhasil saya buat dengan sepenuh hati dan saya susun di artikel Kumpulan Puisi Cinta Karya Indah Mas Donda:

Puisi #1: Lamat-Lamat Mega

Lamat-Lamat Mega mulai berarak tak beraturan,
terseret oleh “raga” yang tak pernah diam,
kadang ia menari ke kanan,
dan kadang ia bergoyang ke kiri…

Lamat-Lamat Mega mulai merangkak ke balik gunung,
meninggalkan jejak-jejak kehilangan…

Puisi Lamat-Lamat Mega

Remang-remang pelangi mulai memudar di penghujung senja,
lenyapkan rona mudanya,
tersisih oleh sinar bulan purnama…

Ada rasa yang tak terungkap lewat bait-bait puisi,
ada hasrat yang tak tertuang dalam lirik-lirik lagu,
ada gejolak yang tak tersaji diatas syair-syair para pujangga,
dan ada makna yang tak mungkin ditemukan keberadaannya…

Dan tiba-tiba langkahku terhenti,
pada satu pertanyaan yang mengusik lamunanku :
“Mengapa hari ini, aku begitu merindukanmu…???”

Puisi #2: Sentil

Puisi Cinta - Sentil

Tak sentil kamu,
Apa? Kamu bilang aku ini modus?
Hah!?…memangnya apa sih yang tlah menghasut hatimu,
sampai-sampai aku ini kau “goyang” kesana kemari,
tanpa misi yang tersurat, jelas, tegas, dan bergegas….

Tak sentil kamu,
Sudah kubilang…hapus air mata!
Tak usah…tak usah…tak usah!
Tak perlu…tak perlu…tak perlu!

Bibir sendu itu hanya akan membuang-buang waktumu saja,
yang sejatinya bisa kau manfaatkan,
tuk menanam bibit cinta dan bahagia….

Tak sentil kamu,
Seberapa pantaskah,
dia…dia…dan dia bagimu?
Seberapa pentingnya,
dia…dia…dan dia,
bila dibandingkan dengan emak,
yang dulu setia “nyebokin” sisa-sisa makanan bergizimu,
yang harus emak tebus dengan peluh dan lelah?

Tak sentil kamu,
Iwal-iwil mak kemriwil,
prenthal-prenthil ngopenin kamu,
ehh…ehh kamu malah sibuk jowal-jawil ngeladenin Si Srinthil yang terkenal super centil….

Tak sentil kamu lho….

[Sungai Bambu, 27 Februari 2015, 10:00]

Puisi #3: Gitar Tak Bersenar

Puisi Cinta Gitar Tak Besenar

Rindu adalah isyarat hati yang melanggengkan rasa cinta,
ia adalah selubung-selubung tipis,
yang terbentuk karena ruang dan waktu,
sedang tak ingin bercumbu,
dalam gempita jiwa,
yang mengukir lukisan harmoni,
dalam setiap kisah yang berpadu,
menobatkan kalimat kesyahduan…

Janganlah engkau titipkan kerinduanmu,
pada gitar yang tak bersenar,
karna ia pasti tak akan mampu,
mengantarkan lelahmu,
terhempas dalam rasa yang menusuk kalbu,
meski hanya untuk menyanyikan,
sebait syair yang engkau hadiahkan,
pada sang kekasih yang tlah mengikat ego dan perhatianmu…

Janganlah engkau bisikkan kerinduanmu,
pada seruling yang tak berlubang,
karna ia akan membungkus getirmu,
dalam ruang-ruang bisu,
yang menyisakan kesunyian,
menempa batinmu dalam notasi-notasi hampa,
dalam denting-denting tak bermakna…

Tapi…sampaikanlah kerinduanmu,
melalui sang mentari yang menyambutmu pada pagi yang sumringah,
karna ia kan slalu mampu mencairkan dan menghangatkan,
nafas-nafas beku yang terjebak,
terhimpit diantara bebatuan nan kaku,
dan tak mau berbagi kehidupan dengan makhluk disekitarnya…

Dan aku percaya,

bahwa kerinduanmu akan terjawab dengan sempurna….

[Sukapura, 08 Februari 2015, 20:33]

Puisi #4: Addyssa

Addyssa,
sebuah nama yang kau tautkan,
untuk menyatukan dua hati,
dan sejak saat itu mimpiku tak pernah lengah memanggil namamu…

Addyssa,
mungkin kini tlah kau sadari,
betapa rasa yang terkekang,
tlah tercabik-cabik oleh ego dan kemunafikan…

Addyssa,
hidup itu adalah pilihan,
yang slalu bergantung pada bisikan nurani…
dan aku pun tak mengerti,
mengapa dulu kau tak mau jujur,
agar aku pahami jalan mana yang akan kaulewati…

Addyssa,
maafkan jika langkah yang kutuju,
tak pernah kukabarkan pada setangkai mawar ungu,
yang slalu kau genggam bersama baris-baris kerinduan,
dalam sebuah lagu yang berjudul:
“Semua Tentang Kita”…

Addyssa,
sungguh akupun akan menangis,
tatkala merasakan redupnya cahaya rembulan,
yang tak lagi menghangatkan senandung malam,
dan tak mau menemani isyarat kesunyian,
yang slalu kau nyanyikan…

Puisi Cinta - Addyssa

Addyssa,
ditaman Gasibu kurasakan firasat,
tentang sebuah dongeng sang Pangeran yang terpisah,
dari Putri yang dicintainya,
meski aku sadari,
begitu kuatnya genggaman tanganmu…

Addyssa,
Semoga senyummu kan slalu kudengar,
bersama tarian-tarian merpati,
ditepian jalan desa Tambaksari…

Puisi #5: Bersambung…

Bersambung di kesempatan berikutnya….

Sumber Gambar Utama: karyapemuda.com

Sumber Gambar Dalam Puisi: www.karawanginfo.com, www.dreamstime.com, masdonda.com, sweetysweetcandy.blogspot.com.

2 thoughts on “Kumpulan Puisi Cinta Karya Indah Mas Donda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *