Car Free Day Harapan Indah bekasi

Car Free Day Harapan Indah Tinggal Kenangan

Bekasi Car Free Day Kota Harapan Indah Liburan Weekend

Car Free Day Harapan Indah Bekasi Tinggal Kenangan

Car Free Day yang setiap hari Minggu pagi dimanfaatkan beberapa pedagang kaki lima kini tinggal kenangan. Tak ada lagi keramaian pedagang dan konsumen saat sedang asyik tawar-menawar harga barang. Dari mulai makanan, minuman, pakaian, aksesoris, tanaman, tas, dan lain sebagainya.

Berbagai macam barang dagangan yang dijual di area Car Free Day Kota Harapan Indah Bekasi ini sangat diminati dan dinanti pengunjung. Yang kebetulan sedang jalan-jalan santai untuk menghabiskan waktu liburan akhir pekan bersama anggota keluarga.

Dulu saya masih ingat saat memasuki jalan raya yang melalui bundaran dekat pintu masuk Kota Harapan Indah Bekasi. Yakni setiap hari Minggu pagi dari pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 09.00 WIB. Di jalan raya sepanjang kawasan ini diberlakukan acara Car Free Day (CFD).

Yang memberi ruang agar keluarga bisa berkesempatan untuk rekreasi sambil menikmati segarnya udara pagi dibawah pohon yang hijau dan sejuk. Dan tentu saja kita tak perlu khawatir jika merasa haus dan lapar. Beberapa stand penjual makanan dan minuman banyak tersedia disini pada waktu itu.

Animo Pedagang dan Masyarakat Yang Cukup Tinggi

Di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Harapan Indah Bekasi ini terdapat sekitar 180 pedagang yang dalam istilah pengelola disebut dengan tenant.

Aktivitas CFD disini dulu dikelola oleh PT Delta Sari Adipratama yang beralamat di Jalan Harapan Indah Raya komplek Sentra Bisnis Blok SB 9 No. 11 Medan Satria, Bekasi 17132.

Setiap tenant atau pemilik lapak yang sudah terdaftar dan memiliki kartu anggota wajib membayar iuran bulanan sebesar Rp. 150.000,00 per bulan. Dan tentu saja mereka harus membayar iuran tersebut untuk 3 bulan sekaligus.

Car Free Day di tempat ini pernah dihentikan sementara setiap bulan puasa tiba sampai akhirnya benar-benar ditutup. Padahal dulu, menurut data dari pengurus CFD ini, ada sekitar 200-an pedagang yang masih antri booking untuk mengajukan lapak tempat berjualan.

Ini menunjukkan animo masyarakat untuk menjalankan bisnis di kawasan ini sangat besar. Sayang sekali entah kenapa sekarang para pedagang tersebut sudah tidak diperbolehkan berjualan lagi di tempat ini?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *