Bus Mudik Lebaran Kurang Diminati, Mengapa?

Bus Mudik Lebaran Di Terminal Tanjung Priok

Bus Keperluan Mudik Lebaran Sepi Penumpang

Bus mudik Lebaran akhir-akhir ini kurang diminati masyarakat. Terutama pada musim mudik lebaran tahun 2018 ini. Saya merasakan sendiri hilangnya hiruk-pikuk masyarakat yang mudik menggunakan bus di sebuah terminal bus di Jakarta Utara. Adalah terminal bus Tanjung Priok yang menjadi titik awal keberangkatan saya ke Kota Purwokerto.

Biasanya saat H-7 Lebaran, sudah terlihat keadaan terminal yang dipadati calon penumpang. Bahkan dulu, saya sampai harus menunggu berjam-jam lamanya untuk dapat tiket bus luar kota. Namun, saat saya berangkat mudik malam Minggu, tanggal 9 Juni 2018 kemarin, suasana malah terasa sangat sepi. Saya melihat kondisi terminal bus Tanjung Priok lebih sepi dibanding weekend pada bulan biasa.

Karena waktu sudah malam, maka saya terpaksa menaiki bus jurusan Cilacap. Ini saya lakukan karena bus jurusan Purwokerto sudah pada berangkat semua. Bagi saya ini tidak menjadi halangan. Yang penting adalah saya bisa sampai lebih cepat dan selamat sampai tujuan. Dan sayapun turun di daerah Ajibarang, Banyumas, kemudian melanjutkan perjalanan dengan menumpak Ojek.

Bus Mudik Lebaran Tergusur Kendaraan Pribadi

Masyarakat yang ingin mudik tampaknya kini mulai beralih ke moda transportasi lainnya. Seperti kereta api, sepeda motor, dan mobil pribadi. Waktu tempuh menggunakan bus disinyalir sebagai salah satu alasan yang membuat para pemudik lebih memilih kendaraan pribadi. Pada lalu lintas normal, waktu tempuh dari Jakarta menuju Purwokerto hanya sekitar 6 jam perjalanan saat menggunakan mobil pribadi. Sedangkan bila menggunakan bus, waktu tempuh bertambah menjadi 9 jam.

Selain itu, jalur tol di Pulau Jawa yang belum mengcover semua daerah menjadikan bus bergerak lebih lambat saat memasuki jalan-jalan yang sempit dan berliku. Andai saja ada jalur tol seperti rute Brebes-Ajibarang misalnya, kemungkinan waktu tempuh kendaraan besar seperti bus bisa dipercepat. Hal ini mengingat kendaraan model bus tidak bisa bermanuver apik pada kondisi jalanan yang sempit.

Saat Perusahaan Otobus Mulai Menghentikan Operasional Armadanya

Seperti dilansir x.detik.com, saat ini telah terjadi kondisi yang memprihatikan yang dialami oleh berbagai perusahaan bus. Banyak perusahaan otobus (PO) yang kembang kempis, bahkan kolaps. Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) mencatat, 10 tahun lalu perusahaan otobus berjumlah 2.000, tapi kini menyusut menjadi 400 perusahaan saja.

Perusahaan otobus pun sudah melakukan berbagai strategi untuk menggaet minat calon penumpan. Hanya saja hasilnya masih belum menggembirakan. Bukan tidak mungkin apabila keadaan ini dibiarkan, moda transportasi menggunakan bus akan semakin menghilang dari peredaran. Terlebih lagi dengan kehadiran mobil murah yang selalu menawarkan harga beli yang terjangkau. Tentu makin sulit bagi perusahaan 0tobus untuk bersaing dengan kendaraan pribadi.

Para pengusaha otobus berharap pemerintah segera memperbaiki sarana transportasi jalan tol. Agar menyambung ke seluruh daerah di Indonesia, terutama Sumatera, Jawa, Bali, dan Madura. Jalan tol yang terhubung satu sama lain akan mempersingkat waktu tempuh perjalanan menggunakan kendaraan ini untuk bepergian keluar kota. Kemudian menaikkan tarif tol khusus untuk mobil pribadi, juga dapat mengalihkan minat masyarakat. Dengan begitu bus akan kembali menjadi primadona seperti sepuluh tahun yang lalu.

Gambar: wartakota.tribunnews.com

2 tanggapan pada “Bus Mudik Lebaran Kurang Diminati, Mengapa?”

Tinggalkan Balasan